Rabu, 26 November 2014

Puisi Sore Itu



Puisi 1

Pesona Embung

Hajau...
Yang ku lihat sore itu
Hijau pepohonan, hijau rerumputan
Dan hijaunya tirta yang tenang
Senja mulai menyapa
Suara kicauan merpati, seakan menyanyi

Di tengah keramaian embung
Ku lihat sepasang kekasih, duduk manis di kursi
Merajut kasih asmara
Canda tawa nan ria
Entah apa yang mereka perbincangkan
Aku pun tak mengerti
Yang aku tahu, mereka damai
Mereka nampak bahagia, bersinar

Dedaunan nampak jejatuhan
Pepohonan terlihat hijau,
Hijau, hijau sama seperti tirta tenang itu
Meskipun terlihat tenang
Namun, kau menjadi saksi bisu
Kisahku di sore itu

Angin yang berhembus, secara perlahan-lahan
Seakan menyampaikan kedamaian
Di hati yang paling dalam
Meskipun sampah-samapah terlihat bertebaran
Di sudut-sudut embung
Namun tak mengurangi
Keasrian sore itu
Dan itulah pesona embungku

Embung yang hijau, embung yang asri
Nan memesona.





























Puisi 2

Memancing

Memancing,
Itulah hobi tersembunyiku
Memancing, tak mudah memang
Sore itu, ku lemparkan kailku
Ku duduk di pinggiran, di atas rumput hijau
Di bawah rindangnya pepohan

Angin yang berhembus, seakan menyejukkan hati
Namun rasa bosan, mulai menghampiri
Berdetik-detik berlalu begitu saja
Bermenit-menit terlewatin begitu saja
Bahkan berjam-jam telah ku lalui
Jemu memang

Kabar gembira menghantam
Ketika melihat kailku bergerak kesana-kemari
Pasti umpan yang ku lempar mendapatkan hasil
Pikirku,

Ku tarik perlahan-lahan
Agar tangkapanku tak lepas
Dan akhirnya, kegelisahan
Keresahan hati ini terbayarkan
Ingin rasanya aku berteriak
Ketika umpanku berhasil mendapatkan ikan
Memang tak besar, tapi setidaknya satu ikan ini
Membuatku cukup puas dalam menunggu
Satu ikan cantik berhasil ku dapatkan
Di embung, sore itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar