Puisi 1
Pesona Embung
Hajau...
Yang ku lihat sore itu
Hijau pepohonan, hijau
rerumputan
Dan hijaunya tirta yang tenang
Senja mulai menyapa
Suara kicauan merpati, seakan
menyanyi
Di tengah keramaian embung
Ku lihat sepasang kekasih,
duduk manis di kursi
Merajut kasih asmara
Canda tawa nan ria
Entah apa yang mereka
perbincangkan
Aku pun tak mengerti
Yang aku tahu, mereka damai
Mereka nampak bahagia, bersinar
Dedaunan nampak jejatuhan
Pepohonan terlihat hijau,
Hijau, hijau sama seperti tirta
tenang itu
Meskipun terlihat tenang
Namun, kau menjadi saksi bisu
Kisahku di sore itu
Angin yang berhembus, secara
perlahan-lahan
Seakan menyampaikan kedamaian
Di hati yang paling dalam
Meskipun sampah-samapah
terlihat bertebaran
Di sudut-sudut embung
Namun tak mengurangi
Keasrian sore itu
Dan itulah pesona embungku
Embung yang hijau, embung yang
asri
Nan memesona.
Puisi 2
Memancing
Memancing,
Itulah hobi tersembunyiku
Memancing, tak mudah memang
Sore itu, ku lemparkan kailku
Ku duduk di pinggiran, di atas
rumput hijau
Di bawah rindangnya pepohan
Angin yang berhembus, seakan
menyejukkan hati
Namun rasa bosan, mulai
menghampiri
Berdetik-detik berlalu begitu
saja
Bermenit-menit terlewatin
begitu saja
Bahkan berjam-jam telah ku
lalui
Jemu memang
Kabar gembira menghantam
Ketika melihat kailku bergerak
kesana-kemari
Pasti umpan yang ku lempar
mendapatkan hasil
Pikirku,
Ku tarik perlahan-lahan
Agar tangkapanku tak lepas
Dan akhirnya, kegelisahan
Keresahan hati ini terbayarkan
Ingin rasanya aku berteriak
Ketika umpanku berhasil
mendapatkan ikan
Memang tak besar, tapi
setidaknya satu ikan ini
Membuatku cukup puas dalam
menunggu
Satu ikan cantik berhasil ku
dapatkan
Di embung, sore itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar